Saturday, 5 September 2026
Daerah

Gorontalo Bidik 10 Besar IMTI Lewat Wisata Ramah Muslim

Daerah
Oleh editor
Bagikan Artikel Ini

KARAWO.COM, KOTA GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan posisi 10 besar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Gorontalo sebelumnya naik dari peringkat ke-13 menuju posisi ke-11.

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan target itu saat menyambut Tim IMTI Kemenparekraf RI. Jamuan makan malam berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wagub, Jumat (4/9/2026) malam.

“Peringkat Provinsi Gorontalo dalam Muslim Travel Index menunjukkan kemajuan yang baik. Dulu peringkat 13, terakhir sudah peringkat 11. Kami berharap pada tahun ini bisa masuk 10 besar,” ujar Idah.

Tradisi Religi Jadi Modal Gorontalo

Tim Indonesia Muslim Travel Index menilai sejumlah aspek potensi wisata ramah muslim di Provinsi Gorontalo. Kekayaan tradisi religi, kearifan lokal, serta budaya masyarakat menjadi bagian dari penilaian tersebut.

Masyarakat Gorontalo memegang falsafah “Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah”. Idah melihat karakter tersebut sebagai salah satu kekuatan Gorontalo dalam pengembangan wisata ramah muslim.

Mayoritas penduduk Gorontalo memeluk agama Islam. Masyarakat juga mempertahankan berbagai budaya yang berkembang menjadi daya tarik wisata muslim.

Tim IMTI Bisa Menyaksikan Tradisi Walima

Idah menyebut tradisi Walima sebagai salah satu contoh kekayaan religi Gorontalo. Masyarakat menggelar tradisi tersebut saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Pada momen Maulid Nabi Muhammad SAW sekarang ini, tim penilai bisa mengunjungi desa religi yang ada di Bongo, Kabupaten Gorontalo. Di sana akan ditemukan tradisi yang sampai saat ini masih dilaksanakan dan dipertahankan masyarakat Provinsi Gorontalo,” jelasnya.

Idah juga mengangkat tradisi Lebaran Ketupat sebagai potensi lain. Masyarakat Gorontalo memanfaatkan momentum tersebut untuk berkumpul dan menggelar berbagai kegiatan.

Warga juga membuka rumah bagi siapa saja yang ingin menikmati hidangan khas Gorontalo. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Mopotilolo Masuk Kekayaan Adat Gorontalo

Idah turut menyebut Mopotilolo sebagai kekayaan adat yang dapat menjadi pertimbangan Tim IMTI. Masyarakat Gorontalo menggelar upacara tersebut untuk menyambut tamu yang pertama kali datang ke daerah.

Dalam Mopotilolo, masyarakat memberikan sedekah kepada tamu sebagai simbol doa dan keselamatan. Idah pernah menjelaskan makna tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Beberapa bulan lalu ketika kami menggelar upacara adat Mopotilolo untuk menyambut Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Saya sendiri menyampaikan kepada Pak Presiden untuk menerima sedekah itu, dengan artian secara adat sebagai simbol keselamatan bagi Pak Presiden,” tuturnya.

Idah berharap seluruh potensi tersebut memberi masukan positif bagi Tim Penilai IMTI Kemenparekraf RI.

“Bicara soal muslim atau religinya Gorontalo, masih sangat banyak. Maka dari itu, kami sangat bangga dan menyambut baik kehadiran tim penilai dari Kemenparekraf RI. Semoga yang kami sampaikan dalam pertemuan makan malam ini bisa menjadi masukan yang sangat positif untuk tim penilai,” pungkasnya.

Bagikan Artikel Ini

editor

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda wajib diisi.

Kategori

Cari

Menu

  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy