Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNG Terapkan Teori Komunikasi Organisasi ke Dalam Aksi Nyata
Daerah
KARAWO.COM — Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) semester 3 menggelar Komunitas Expo Mahasiswa, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Komunikasi Organisasi. Dosen pengampu mata kuliah tersebut, Mirnawati Ahaya, menyebut kegiatan ini sebagai ruang belajar kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.
“Melalui Komunitas Expo ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNG sedang belajar menjadi pemimpin dan pengelola organisasi yang andal di masa depan,” ujar Mirnawati.

Mirnawati menyebut mata kuliah Komunikasi Organisasi tidak lagi diuji lewat lembar kertas ujian. “Melainkan lewat bagaimana mereka berkolaborasi, berbagi tugas, mengelola dinamika kelompok, dan mengomunikasikan identitas komunitas mereka kepada publik luas,” katanya.

Mirnawati menilai langkah ini sangat baik membentuk mentalitas profesional mahasiswa. Ia menegaskan esensi utama Komunitas Expo Mahasiswa bukan sekadar memamerkan produk kreatif.
Mirnawati menyoroti proses di balik layar sebagai inti pembelajaran kegiatan ini. Mahasiswa dituntut menurunkan teori di kelas menjadi tindakan nyata, mulai dari mengelola konflik internal hingga membangun budaya kelompok yang solid.
“Pengalaman seperti inilah yang akan menjadi modal berharga dan membedakan mereka ketika terjun ke industri profesional setelah lulus nanti,” tambahnya.

Ketua Tingkat Ilmu Komunikasi UNG Semester 3 L. Tauriva Nurhakim Dwi Rustam menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka UTS mata kuliah tersebut. Mahasiswa terbagi ke dalam empat kelompok dengan konsep komunitas berbeda.
Kelompok 1 menawarkan layanan riasan wajah bernilai ekonomi. Kelompok 3 dan 4 membentuk komunitas kerajinan tangan.

Kelompok 2 berkolaborasi dengan komunitas “Tanggida’” mengolah sampah menjadi gantungan kunci dan produk lainnya. Antusiasme turut datang dari pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Mahasiswi Salsyabila mengaku terkesan dengan kegiatan ini. Ia menilai pameran tersebut seru dan kreatif, dengan face painting sebagai stan favoritnya.
“Menurut saya itu bisa membuat kita tambah cantik,” katanya. Salsyabila berharap layanan face painting bisa lebih kreatif dengan cakupan lebih luas.
Salsyabila turut meminta kegiatan serupa lebih sering digelar di kampus.
