Wednesday, 21 October 2026
Daerah

Santri Cakap Digital, Ponpes Khairul Hikmah Belajar Literasi Bareng Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNG

Daerah
Oleh Jackie Stevanus •
Bagikan Artikel Ini

KARAWO.COM – Ujian Tengah Semester (UTS) tidak selalu harus dikerjakan di atas kertas di dalam ruang kelas. Hal itu dibuktikan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Lewat mata kuliah Komunikasi Pembangunan, mereka menggelar mini-workshop bagi para santri di Pondok Pesantren Khairul Hikmah, Desa Longalo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Senin (19/10/2026).

Kegiatan bertema “Cakap Santri Digital: Pilar Komunikasi Pembangunan Islam Berkelanjutan di Era Modern” ini dikemas interaktif. Materi literasi digital disampaikan mahasiswa dengan gaya santai dan diselingi permainan edukatif agar para santri aktif terlibat.

Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Pembangunan UNG, Mirnawati R. Ahaya, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan kegiatan berbasis Project-Based Learning (PjBL) ini bertujuan melatih kepekaan sosial dan kemampuan praktis mahasiswa di lapangan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori komunikasi pembangunan di ruang kuliah, tetapi juga mampu bertindak langsung sebagai agen perubahan (agent of change). Lewat mini-workshop ini, mahasiswa belajar memetakan kebutuhan khalayak dan merancang pesan yang edukatif. Para santri pun dibekali kecakapan digital yang relevan dan sejalan dengan nilai-nilai Islam,” ujar Mirnawati.

Kegiatan ini disambut hangat pihak pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Hikmah, diwakili oleh Ustadzah Ayudia Poloalo, S.Pd menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang membawa suasana baru dalam proses belajar santri.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dosen dan adik-adik mahasiswa Ilmu Komunikasi UNG. Di zaman sekarang, santri tidak cukup hanya pandai ilmu agama, tetapi juga harus cakap dan bijak menggunakan teknologi digital. Pendekatan lewat permainan tadi membuat anak-anak kami antusias, dan materinya jadi lebih mudah diserap,” kata Ayudia.

Ketua Tingkat sekaligus koordinator pelaksana, Shanya Ariesta Adam, mengatakan tantangan terbesar sekaligus pengalaman paling berharga dari UTS ini adalah mengemas materi yang berbobot agar tetap menyenangkan.

“Ini pengalaman UTS yang sangat berkesan bagi kami satu kelas. Kami tertantang menerjemahkan pilar komunikasi pembangunan menjadi materi yang lebih sederhana bagi teman-teman santri di Ponpes Khairul Hikmah. Lewat permainan kelompok, kami melihat antusiasme yang luar biasa. Harapannya, ilmu yang kami bagikan menjadi fondasi bagi mereka untuk menjadi santri yang cakap digital dan membawa dampak positif di media sosial,” ujar Shanya.

Kegiatan yang berlangsung beberapa jam itu ditutup dengan foto bersama dosen, mahasiswa, pengurus pesantren, serta seluruh santri putra dan putri di aula utama pondok pesantren.

Bagikan Artikel Ini

Jackie Stevanus

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda wajib diisi.

Kategori

Cari

Menu

  • Disclaimer / Sangkalan
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami