Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu 2.300 Penerbangan
Nasional
KARAWO.COM, JAKARTA – Abu vulkanik Anak Krakatau telah memengaruhi 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang sejak 5 September 2026.
Gangguan tersebut mencakup pembatalan, penundaan, serta pengalihan penerbangan. Kementerian Perhubungan juga menyiapkan enam bandara alternatif selama Bandara Soekarno-Hatta menghentikan operasional sementara.
Bandara yang berstatus tutup sementara mencatat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang. Penyesuaian rute pada bandara lain mencakup 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang.
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu 270.337 Penumpang

Kementerian Perhubungan mencatat dampak operasional penerbangan sejak 5 September 2026. Akumulasi tersebut memasukkan penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.
Abu vulkanik Anak Krakatau juga membuat pemerintah mengatur ulang pergerakan penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kemenhub mengarahkan maskapai menggunakan bandara alternatif untuk menjaga pengaturan penumpang.
“Kami mengimbau kepada seluruh maskapai baik luar maupun dalam negeri untuk menggunakan bandara-bandara alternatif yang sudah disiapkan, seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, YIA, Adisutjipto, dan Adi Soemarmo. Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi seperti dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (7/9/2026).
Kemenhub Siapkan Enam Bandara Alternatif

Kementerian Perhubungan menyiapkan enam bandara untuk menerima pengalihan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.
Enam bandara tersebut meliputi:
- Bandara Juanda di Jawa Timur
- Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah
- Bandara Internasional Yogyakarta di Yogyakarta
- Bandara Adisutjipto di Yogyakarta
- Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah
- Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat
Pemerintah meminta maskapai dalam dan luar negeri memanfaatkan bandara tersebut. Langkah itu bertujuan mengurangi penumpukan penumpang yang akan berangkat maupun datang.
Soetta Hentikan Operasional hingga Pukul 18.00 WIB
Kementerian Perhubungan masih menghentikan operasional penerbangan Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB pada Senin. Kemenhub terus memantau informasi terbaru BMKG mengenai pergerakan abu vulkanik.
Dudy menyatakan pemerintah dapat menyesuaikan operasional penerbangan mengikuti perkembangan terbaru di lapangan.
“Berdasarkan data terbaru dari BMKG, kami memutuskan bahwa penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB nanti. Namun demikian kami terus memantau informasi terbaru dari BMKG. Apabila terjadi perubahan, kami akan segera menginformasikannya. Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik,” ujarnya.
Enam Bandara Lain Ikut Menghadapi Dampak
Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau memengaruhi sejumlah bandara lain selain Soekarno-Hatta. Bandara tersebut tersebar di Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Daftar bandara itu meliputi:
- Bandara Radin Inten II di Lampung
- Bandara Budiarto di Banten
- Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta
- Bandara Pondok Cabe di Banten
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung
- Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat
Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, sebelumnya turut menghentikan operasional. Bandara tersebut kembali menjalankan operasional normal pada pukul 09.00 WIB.
